Kelebihan Dan Kelemahan Teknologi “penilai Gol” Kontroversial - VAR


Pialaduniarusia.net - Terkadang sebuah gol dengan offside yang rentan tentu akan selalu menuai kontrofersi. Sudah tidak aneh lagi, apalagi pada pertandingan- pertandingan besar tidak jarang kita jumpai insiden pertengkaran karena gol di anulir.

Pertandingan besar, seperti pertandingan antara tim- tim raksaks tentunya adalah hal yang palinng dinanti, tetapi akan selalu rentan mengalami kejadian seperti itu. Apalagi bila pertandingan tersebut menentukan hidup dan mati, pastinya tim yang termasuk pemain,dan pelatih, bahkan suporter tidaklah menginginkan sebuah kontroversi yang merugikan itu terjadi. Dan apakah kontroversi tersebut adalah sebuah suguhan “Drama” dalam sepak bola yang disengaja? Atau memang terjadi begitu saja?. Mungkin pertanyaan tersebut selalu di pertanyakan dibenak para publik yang mencintai olah raga jenis ini.

Dan baru tahun – tahun ini pihak- pihak peneliti yang terkait memberikan solusinya. Ya solusinya tidak lain adalah sebuah teknologi yang tentunya akan membantu dalam penilaian sebuah “gol” diajang sepakbola, tentunya untuk piala dunia di Russia 2018 ini. Teknologi tersebut tidak lain adalah teknologi VAR Video Assistant Referee.

VAR atau video tayangan ulang merupakan sebuah teknologi yang memang diperuntukan untuk membantu sebuah tugas wasit, apalagi dalam mengambil sebuah keputusan yang memang sangat penting mengenai sebuah gol, penalti, kartu merah, dan juga kesalahan identifikasi. Teknologi itu memang sangat diharapkan untuk mampu membantu wasit dalam mengurangi keputusan kontroversial. Video Assistant Referee (VAR) sendiri mungkin saja akan memulai debutnya di Piala Dunia pada gelaran musim panas mendatang di Rusia 2018 ini.

Dan hal tersebut memang sudah ditekankan oleh salah satu anggota eksekutif FIFA. Pada laporan musim ini, teknologi VAR sendiri memang sudah diuji cobakan di sejumlah negara besar penggila sepakbola. Contohnya seperti negara Italia, Jerman dan juga Inggris. Tapi belakangan ini bahkan Thailand yang kita kenal menjadi tetangga dekat Indonesia, sudah memulai untuk berpartisipasi dalam menggunakan teknologi penting tersebut.

Disamping itu melalui kepala komersial FIFA, bernama Philippe Le Floc’h dan pihaknya, memang telah membenarkan bahwa nanti dalam Piala Dunia 2018 akan mencoba menggodok kembali rencana tersebut. Dan untuk turut memanfaatkan teknologi yang memang mungkin akan diterapkan dalam seluruh pertandingan- pertandingan sepak bola dibawah naungan FIFA. Kelemahan VAR Namun kelemahan VAR terlihat saat diuji pada Piala Konfederasi 2017 tahun lalu.

Dari empat pertandingan yang memang dinyatakan sudah berlangsung, terdapat dua keputusan kontroversial yang telah melibatkan penggunaan teknologi VAR terseubt. Terlihat dari pertandingan Cile menghadapi Kamerun di Grup B, yang memang pada saat itu menghasilkan dua keputusan kontroversial yang melibatkan VAR. Dan satu keputusan sangatlah merugikan La Roja, sementara dipihak yang lain justru memberi keuntungan. Kronoliginya keputusan pertama terjadi ketika sang eksekutor Eduardo Vargas menjebol gawang Kamerun di babak pertama.

Saat itu, wasit tengah menunggu beberapa menit untuk memutuskan gol Vargas terkait sah atau tidaknya. Setelah mendapat bantuan dari tayangan ulang VAR, wasit sendiri memutuskan gol Vargas tidak sah karena Vargas sendiri memang telah berada dalam posisi offside. Tetapi hal tersebut malah sangat berbeda dengan keputusan kedua yang diputuskan, jelang pertandingan berakhir. Jadi Saat itu, Vargas menerima bola liar hasil sepakan blunder Alexis Sanchez.

Setelah memasukan bola ke gawang, Vargas dinyatakan offside. Tapi, jelang beberapa menit kemudian wasit justru mengesahkan gol Vargas terseubt. Meski Cile dinyatakan menang, namun kritik keras dari Juan Antonio Pizzi selaku pelatih, merasa tidak puas. Pelatih Cile tersebut merasa bahwa teknologi VAR sendiri lambat dalam hal respon dan masih belum siap untuk diterapkan pada pertandingan ditingkat internasional.

Tetapi untuk mewujudkan upaya besar dan “tekad” baik itu, FIFA serta jajaran pihaknya, memang telah mengaku sudah mengadakan diskusi yang intens dengan sejumlah sponsor yang nantinya akan dikenalkan kepada media dunia. Le Floc’h berpendapat bawa pihaknya memang sedang berusaha berbicara dengan banyak perusahaan teknologi yang nantinya diharapkan, ikut serta dalam pengembangan ini, dan mereka memang sangat tertarik dengan apa yang kita lakukan terhadap teknologi ini. Disamping hal itu upaya- upaya yang dilakukan oleh pihak FIFA untuk menerapkan teknologi VAR di Piala Dunia 2018 baru akan diambil pada 2 Maret 2018 tahun ini.

Karena bertepatan dengan agenda pertemuan IFAB – suatu badan yang memang membuat serta mengaturmengatur pertaturan di sepakbola. Peran VAR juga diharapkan untuk memberi kemudahan untuk wasit yang bertugas, VAR memang butuh waktu untuk diterima, baik itu oleh pemain, pelatih, penonton serta sang wasit itu sendiri.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kelebihan Dan Kelemahan Teknologi “penilai Gol” Kontroversial - VAR"

Posting Komentar