Pihak Rusia Menepis Isu Persiapan Stadion Dan Keamanan Piala Dunia 2018


Pialaduniarusia.net - Menanggapai isu pembangunan yang memang belum rampung, Alexey Sorokin selaku kepala penyelenggara lokal Piala Dunia 2018 Rusia mengatakan bahwa memang terdapat dua stadion terbesar di Moskow dan juga yang terletak di Saint Petersburg, sekurang-kurangnya sudah hampir 85 persen telah dibenahi dan sudah memasuki kategori dalam kelayakan stadion.

Pembangunan yang terjadi menjelang Piala Dunia 2018 ini memang masih berjalan, dan menepis isu keterlambatan, Alexey sorokin sendiri mengatakan bahwa semua prospek pembangunan sudah sesuai dengan jadwal yang beberapa tahun lalu ditentukan. Meskipun dirinya mengaku memang terdapat sedikit masalah, tetapi pengerjaan konstruksi tersebut tidak ada kendala tetap dijalankan dan dipantau oleh beberapa para ahli.

Menyoroti dua stadion terbesar di Rusia tersebut, Alexey bersama seluruh tim nya memang akan
semakin menggenjot persiapan stadion- stadion yang tentunya menjadi mahkota di Piala Dunia 2018.
Alexey Sorokin sendiri selaku kepala penyelenggara lokal Piala Dunia 2018 mengatakan bahwa dua
stadion yang paling besar di Rusia yaitu teletak di dua kota diantaranya Moskow dan Saint Petersburg, dan kini memang sedang tahap pemolesan. Dalam forum yang diselenggarakan di Kongres FIFA di Mexiko City, Meksiko lalu, dirinya memang memberikan sebuah keterangan lengkap termasuk tentang tujuh stadion lainnya yang akan selesai dibangun 5 bulan sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung dan juga dirinya mengevaluasi perkembangan dan kelayakan fasilitas Piala Konfederasi yang sudah digelar di Rusia selama Juni 2017 sebelum Piala Dunia.

Baru- baru iniKepala Komite Piala Dunia 2018 Rusia, menaggapi terkait persiapan matang Rusia sendiri. Dalam hal itu memaparkan, bahwa segala persiapan dinyatakan sudah memasuki “Zona Aman” dan sudah sesuai dengan jadwal meskipun memang banyak isu dan masih banyak pekerjaan konstruksi infrastruktur stadion serta transportasi.

“Kami berjanji tidak akan terlambat. Kami sendiri memang memiliki banyak infrastruktur yang dibangun, dan itu benar. Yang terbesar tentunya adalah transportasi,” imbuh Sorokin kepada awak media. Disamping hal itu, Colin Smith selaku Direktur kompetisi FIFA mengungkapkan bahwa dirinya memang sedang ada pemantauan proyek infrastruktur di Rusia oleh beberapa ahli badan sepakbola dunia sehingga dianggap tim tersebut dapat membantu pihak Rusia. Menanggapai penjelasan Sorokin, memang tidak terlepas dari beberapa isu dan masalah teknis seperti yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu patahnya beberapa crane di Samara atau masalah kelebihan air di Stadion di Kaliningrad, namun hal tersebut tidak membuat pekerjaan tertunda, sebaliknya bahkan sampai saat ini pembangunan jalan terus.

“Samara serta Kaliningrad memang telah dipantau ketat namun tidak ada informasi yang menyebutkan terjadi penundaan. Sampai saat ini pihak kami memang akan berupaya tiada henti untuk memantau secara ketat, dan kami tentu sangat optimis proses akan berlanjut,” kata Colin. (ANT) Disamping itu Presiden Rusia, Vladimir Putin, sangat serius menjaga citra negaranya jelang
dilaksanakannya Piala Dunia 2018. Konsentrasi Negeri Beruang Merah tertuju pada masalah keamanan.

Sangat bisa dimaklumi mengapa banyak pihak yang meragukan kesiapan keamanan Rusia menggelar
pesta akbar sepakbola empat tahunan ini. Sebab, di ajang Piala Eropa 2016 lalu, suporter Rusia terlibat bentrok. Suporter garis keras (Hooligan) Rusia, terlibat bentrok dengan pendukung tim nasional Inggris, di Prancis, saat kedua negara bertemu. Ini jelas mencederai kepercayaan publik akan tingkat keamanan Rusia.

Guna mencegah hal serup terjadi, Putin mengerahkan agen polisi rahasia yang bernama Federal Security Service of the Russian Federation (FSB), atau yang dulu dikenal dengan nama Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KBG). Yang diharapkan dari dilibatkannya agen polisi rahasia ini adalah menekan jumlah atau bahkan mencegah terjadinya bentrokan suporter, baik di dalam mau pun luar lapangan. Ini juga menjadi langkah nyata Putin memperbaiki citra negara lewat sepakbola.
Seorang pemimpin suporter Rusia, Alexander Shprygin, bahkan mengklaim kalau FSB sudah memulai kerja untuk memburu hooligan-hooligan dari negara lain yang berpotensi membuat kericuhan, dikutip Daily Mail

Postingan terkait: