Akhirnya Teknologi Penentu Goal VAR, Di Setujui Di Piala Dunia 2018


Pialaduniarusia.net - Video Assistant Referees (VAR) kini telah mendapatkan lampu hijau untuk turun membantu sistem dan menjadi bagian Piala Dunia 2018 dan juga hal tersebut akan segera menjadi bagian integral sepakbola profesional setelah penggunaannya disetujui secara resmi oleh International Football Association Board IFAB). IFAB didirikan sebagai badan khusus yang digunakan sebagai forum resmi pengambil keputusan universal untuk Laws of the Game dalam asosiasi persepakbolaan.

Tujuan lainya ialah untuk menjaga, menyusun serta mengubah hukum peraturan yang berlaku demi terwujudnya kebaikan dan kemajuan dalam lingkup sepakbola yang memang khusus diselenggarakan oleh pihak FIFA, termasuk memastikan juga bahwa Laws akan diterapkan secara serempak di seluruh persepakbolaan dunia dan dimonitori serta dipraktikkan secara konsisten. Melalui situs resminya, IFAB sendiri menyatakan bahwa teknologi VAR merupakan langkah bersejarah untuk keadilan yang lebih besar dalam sepakbola dan termasuk terobosan positif untuk masa depan persepakbolaan di dunia.

Teknologi ini sebelumnya sudah diluncurkan secara berkala yang dinamakan “percobaan Var” ke seluruh dunia, terutama dalam dua tahun terakhir, hingga akhirnya kini mendapat persetujuan dari IFAB. "IFAB dengan suara bulat memang telah menyetujui penggunaan VAR dalam rapat umum tahunan ke-132 yang berlangsung di markas besar FIFA, Zurich, hari ini (3/3)," seperti yang di rilis laman resmi IFAB. Keputusan bersejarah tersebut, yang rapatnya diketuai oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, merupakan kemajuan dalam era baru dalam sepakbola.

Karena diharapkan bahwa kehadiran VAR akan membantu meningkatkan integritas serta keadilan dalam permainan. Sebelum mengambil keputusan, para anggota IFAB telah dibantu dengan beberapa hasil penelitian independen penggunaan VAR yang memang dilakukan oleh universitas dari Belgia, KU Leuven. Penelitian ini memang telah dilakukan sejak awal percobaan VAR pada Maret 2016. "Filosofi VAR adalah 'gangguan minimum dengan manfaat maksimal' yang bertujuan untuk mengurangi ketidakadilan yang disebabkan oleh 'kesalahan yang benar-benar jelas' atau 'insiden serius yang terlewatkan'," ujar Presiden FIFA.

Dengan keputusan tersebut hampir dipastikan bahwa VAR sudah mutlak akan digunakan dalam Piala Dunia di Rusia tahun ini. Keputusan itu diharapkan dapat dipastikan Final ketika dalam pertemuan dewan FIFA selanjutnya di Bogota, Kolombia, pada 16 Maret esok. FIFA memang mengenalkan teknologi VAR untuk membantu wasit dalam membuat keputusan. Penggunaannya diharapkan bisa meminimalisir kesalahan yang mungkin dilakukan oleh wasit dan hakim garis. Perlu diketahui bahwa teknologi VAR sendiri sudah beberapa kali diuji dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Yang paling terkenal adalah saat teknologi ini diuji di laga antara Prancis melawan Spanyol beberapa waktu lalu. Kala itu, Wasit Felix Zwayer yang memimpin laga tersebut harus membuat keputusan yang membutuhkan pertimbangan dari teknologi tersebut. Zwayer membuat dua keputusan krusial saat dia menganulir gol Antoine Griezmann dan mengesahkan gol Gerard Deulofeu. Dan baru- baru ini, pelatih Portugal, yaitu Fernando Santos ikut membantu untuk menyukseskan percobaan ini. Tetapi dirinya juga mengeluhkan penggunaan sistem VAR yang belum sempurna selama Piala Konfederasi yang menurutnya membingungkan.

Tetapi, Infantino menolak itu sebagai kontroversi, sebaliknya dirinya menilai VAR adalah masa depan sepakbola dan akan lebih baik lagi. "Saya sangat bahagia dengan teknologi VAR sejauh ini. Kita telah melihat bagaimana video telah membantu wasit membuat keputusan-keputusan yang tepat. Memang inilah tujuan dari VAR," paparnya saat dilansir Soccerway. Uji coba menggunakan VAR selama Piala Konfederasi dinilai juga sangat membantu untuk memperbaiki proses dan juga menyempurnakan komunikasi yang ditunggu- tunggu oleh fans selama bertahun- tahun akhirnya terjadi. "Ini merupakan turnamen yang akan menjadi tonggak sejarah sepakbola. VAR adalah masa depan sepakbola modern," tutup pelatih portugal itu.

Postingan terkait: