Aturan Narkoba Di Piala Dunia 2018 Memancing Pengedar Ilegal


Pialaduniarusia.net - Usaha membanjiri Piala Dunia 2018 dengan kokain berhasil digagalkan. Polisi Argentina dan Rusia mengatasi upaya itu lewat sebuah operasi jangka panjang. Dilaporkan oleh tim penyelidik khusus keamanan Rusia yaitu Guardian, dua orang yang terkait penyelendupan obat terlarang ke Rusia itu telah ditangkap di Afrika Selatan pada Rabu pekan lalu. Mereka merupakan mantan diplomat Rusia bernama Alexander Chikalo dan seorang polisi Argentina bernama Ivan Blizniouk.

Memang penangkapan keduanya tersangka penyeluduan tersebut merupakan akhir dari operasi
yang dilakukan sejak Desember 2016 lalu. Dikabarkan juga bahwa Menteri Keamanan
Argentina, Patricia Bullrich sendiri, sempat mengatakan bahwa kasus tersebut bermula saat
Dubes Rusia Victor Koronelli telah melaporkan, setidanya adanya 16 bagasi diplomatik yang
mencurigakan yang saat itu berada di sekolah yang merupakan bagian dari kedutaan itu. Setelah
dilakukannya pemeriksaan tersebut, ternyata di dalam bagasi itu terdapat 389 kilo kokain.

Dan harganya luarbiasa ditaksir mencapai 44 juta pound sterling atau Rp 843 miliar. Kronolog panjang nya bahwa sebelumnya kedua pihak kemudian sepakat melakukan operasi bersama. Barang terlarang tersebut disiasati dengan diganti dengan tepung dan nantinya bagasi tersebut akan dikembalikan ke tempat semula setelah dipasangi GPS. Bagasi tersebut ternyata
baru diterbangkan para pelaku ke Rusia pada 2017. Tiga petugas bea cukai Rusia ditugaskan
untuk ikut terbang memantau pergerakan bagasi tersebut.

Di Moskow, bagasi itu diambil oleh warga lokal bernama Ishtimir Khudzhmov dan Vladimir
Kalmykov. Setelah yakin akan taktik mereka maka keduanya langsung diringkus. Dari keterangan yang disampaikan mereka, seorang mantan pegawai kedutaan Rusia di Argentina juga ditangkap di Moskow karena diinisialir terlibat. Tetapi, pemilik barang, yang disebutkan berinisial K, kini dikabarkan masih bebas dan saat dini diperkirakan oleh para Intel berada di Jerman. Petugas kepolisian Rusia mengatakan bahwa barang Narkoba itu tentusaja diselundupkan untuk
diedarkan selama Piala Dunia 2018 dilehat. Karena menurut seorang reporter surat kabar bisnis
Moskos, hal tersebut sangat beralasan, dan tentu saja keuntungan berlipat yang didapat di Piala
Dunia menjadi target mereka. Vzglyad sebagai reporter, mengutip sumber tersebut, pihak
berwenang mendapati Bukti utama dari tindakan ilegal tersebut antara lain dari rekaman
percakapan telepon soal rencana pengiriman obat terlarang itu.

Memang sebelumnya terdapat berita yang menggegerkan dimana Pemerintah Rusia tak melarang
para penonton Piala Dunia 2018 untuk membawa narkoba.Namun, mereka bisa membawa
barang yang sangat diharamkan di Indonesia itu asal bisa lolos dan mendapat dokumen. Penggemar sepak bola yang datang langsung ke Rusia untuk menyaksikan Piala Dunia 2018 akan diberi keleluasaan membawa obat-obatan yang dilarang di Indonesia.

Para penonton diizinkan membawa kokain dan ganja ke Rusia, asal bisa mengurus dokumen
medis yang ditulis dalam bahasa Rusia. Memang, di Rusia tak ada larangan membawa obat-
obatan seperti kokain, ganja, dan heroin, asalkan untuk alasan kesehatan. dari The Moscow
Times, peraturan itu tak berubah saat gelaran Piala Dunia 2018 dimulai.

Petugas keamanan yang ditempatkan di stadion-stadion akan memeriksa dokumen medis para
penonton yang membawa narkoba. Jika dokumen medis sudah dikantongi, maka penonton bisa
leluasa membawa obat-obatan itu. Selain itu, para wisatawan mancanegara yang berniat
membawa narkoba ke Rusia harus membayar bea cukai kepada pemerintah. Perlu diketahui Piala Dunia 2018 sendiri akan dimulai pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Sebanyak 11 kota akan digunakan sebagai venue pertandingan, di antaranya Moskva, St. Petersburg, dan Sochi.

Postingan terkait: