Piala Dunia 2018, Timnas Inggris Tidak Membawa Istri


Pialaduniarusia.net - Dengan alasan keamanan, kekasih pemain Inggris tidak akan aktif mengikuti Piala Dunia 2018. Daily Mail melaporkan, tidak seluruh pasangan pemain Inggris berangkat ke Rusia. Kalaupun hadir, mereka tidak bakal menetap lama dan hanya menyaksikan pertandingan. Kekerasan menjadi salah satu ancaman pada Piala Dunia 2018. Terlebih menyusul aksi suporter pada Piala Eropa 2016. Mereka beberapa kali menyerang suporter Inggris.

Hubungan kedua negara juga tidak terlalu baik. Inggris kerap mengampanyekan sisi-sisi negatif
Rusia. Selain kekerasan, mereka juga menyorot rasisme dan doping di Rusia. Rusia mempertanyakan sikap Inggris. Mereka merasa Inggris melakukannya karena sakit hati setelah kalah pada pemilihan suara tuan rumah Piala Dunia 2018. Pasangan pemain Inggris kerap menjadi daya tarik tersendiri ketika mendampingi pasangan masing-masing mengikuti turnamen besar sepak bola.

Pada Piala Dunia 2006 contohnya. Victoria Beckham, Coleen Rooney, atau Cheryl Tweedy menggemparkan Jerman dengan kehadiran di tribune stadion. HOOLIGAN Suporter Timnas Inggris yang sejarahnya dikenal dengan sebutan Holigan mendapatkan berbagai perhatian dan ancaman jelang berlangsungnya Piala Dunia 2018. Dikabarkan, bahwa suporter tuan rumah, Rusia bahkan siap menggalang kerjasama untuk menyerang hooligan Inggris saat pesta akbar sepak bola empat tahunan itu berlangsung. Dan hal tersebut tentu saja akan membuat kegelisahan para suporter lain. Tidak hanya suporter saja bahkan Para pemain Timnas tentu juga ikut merasakanya, makanya dari itu upaya untuk tidak membawa pasangan dikatakan sejumlah pihak sudah tepat.

Dikabarkan pada Piala Eropa 2016 lalu, suporter Rusia dan Inggris memang mempunyai hubungan yang buruk. Para pendukung tim Rusia beberapa kali di kabarkan menyerang para suporter holigan Inggris dan tentu saling membalas. Tidak hanya saat kedua tim bertemu dilapangan, pertikaian juga menjalar hingga ke jalanan di Prancis. Akibat kejadian ini, puluhan suporter timnas Inggris dikabarkan juga terluka. Sebagian bahkan pulang sebelum turnamen karena tentu saja khawatir menjadi sasaran kebrutalan suporter Rusia.

Jelang Piala Dunia 2018, kebencian suporter Rusia terhadap holigan Inggris tidak berubah. Merujuk kepada surat kabar yang pernah dilansir AS, kelompok garis keras Rusia tersebut, telah mengutus selebihnya 10 wakilnya ke Argentina—tujuh orang dinyatakan berasal dari Zenit St. Petersburg dan tiga lainnya merupakan suporter Dinamo Moscow. Mereka bertolak ke Argentina, 31 Januari lalu menemui Rafael Di Zeo, pentolan LA12, suporter garis keras Boca Juniors untuk meminta dukungan menghadapi holigan Inggris. Belakangan pertemuan tersebut juga diikuti ultras San Lorenzo, VĂ©lez Sarsfield, dan Nueva Chicago.

Pihak media dan pihak lain di AS melaporkan bahwa, pertemuan tersebut setidaknya telah menghasilkan sejumlah kesepakatan. Kesepakatan tersebut mengungkapkan bahwa suporter garis keras Rusia akan menjamu baik untuk suporter ultras Argentina. Dari menyiapkan transportasi hingga pengacara pembela. Dan tentunya dalam pertemuan tersembunyi tersebut akan menghasilkan strategi yang dibutuhkan menghadapi holigan Inggris.

Kehadiran para suporter Rusia tersebut di Argentina tercium oleh unit khusus yang dibentuk pemerintah Argentina bernama Tribuna Segura yang dimana tugasnya semata- mata untuk mengurusi keamanan sepak bola di Negeri Tango. Mereka mengunkap keberadaan suporter Rusia saat berusaha memasuki markas Boca Juniors yang juga dikenal dengan sebutan Bombonera dan menggunakan kartu pengenal palsu. Tribuna Segura kemudian mengumumkan hal itu kepada publik. Media-media di Argentina kemudian menyebut bahwa setidaknya 280 suporter garis keras dari Argentina bakal bertolak ke Rusia. Sebanyak 90 di antaranya berasal dari kelompok brutal, La 12.

Sebenarnya dalam Piala Dunia 2018 itu, Inggris, Argentina, dan Rusia, tidak dalam satu grup, namun tetap saja hal tidak terduga akan terjadi. Meningkatkan Konsentrasi Pemain Keputusan agar kekasih para pemain ini memang menimbulkan kelegaan pada pelatih Gareth Southgate. Karena dirinya denan begitu tidak perlu memikirkan kerisauan atau drama- drama yang muncul akibat kehadiran pasangan pemain. Mereka kerap menciptakan cerita sendiri dan berpotensi merusak konsentrasi Harry Kane dan kawan-kawan.

Postingan terkait: