Rusia Menyayangkan Tidak Lolosnya Italia Yang Sudah Pesan Hotel


Pialaduniarusia.net - Ternyata federasi sepakbola Italia sebelumnya cukup percaya diri bahwa timnya akan lolos ke Piala Dunia sehingga lebih dulu memesan hotel di Rusia sebelum mereka benar-benar lolos. Sekarang, bagaimana nasib hotel yang dipesan itu? Ada hal lain yang turut memalukan selain kekalahan agregat 1-0 Azzurri dari Swedia di babak play-off Piala Dunia.

Menurut beberapa awak media, Rusia, menyampaikan bahwa Italia sendiri sudah terlebih dahulu memesan hotel, untuk mereka tempati di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dan artinya, sekarang, federasi
sepakbola Italia atau FIGC wajib mempertimbangkan bagaimana nasib pemesanan hotel mereka yang
jelas tak akan jadi digunakan, setelah sebelumnya mengambil keputusan mahal dengan memecat
pelatih tim, Giampiero Ventura, pada Rabu pekan lalu.

Disamping itu Denmark yang Lolos ke putaran final Piala Dunia setelah menaklukkan Republik Irlandia dengan skor 5-1 di fase play-off berkat trigol yang luar biasa dari Christian Eriksen, De Rød-Hvide kini sedang mencari hotel yang pas untuk menjadi markas mereka musim panas tahun depan. CEO DBU, Claus Bretton-Meyer, mengatakan meski mereka memiliki pilihan yang berbeda, hotel yang telah dipesan Italia ternyata cukup menarik juga untuk dipilih.

Ada perbedaan besar antara preferensi orang Denmark dan orang Italia," kata Bretton-Meyer. Tetapi jelas sekarang situasinya adalah kami harus mendapatkan apa yang bisa kami dapatkan. Memang jauh- jauh hari banyak lokasi hotel ideal yang sudah dipesan oleh negara- negara yang memang sudah lebih dahulu lolos, sepertinya pilihan Italia tersebut bisa menjadi opsi terbaik bagi Denmark. Meskipun begitu setidaknya jika uang mereka dapat kembali, ini akan menjadi sedikit hiburan bagi Italia - meski tentu saja tidak bisa menutup pesangon dua tahun yang masih harus mereka bayarkan untuk ex-manager mereka Ventura.

Sedikitnya memang terdapat 12 negara yang bentrok di babak play-off demi tiket menuju perhelatan
akbar yang berlangsung empat tahun sekali. Suka duka serta tangis haru dan kesedihan mewarnai
pertempuran ke-12 tim tersebut. Kebahagiaan untuk para pemenang. Kesedihan untuk tim yang kalah. Berbicara mengenai kesedihan, rasanya tidak ada yang mengalami kesedihan separah masyarakat Italia. Bagaimana tidak, untuk kali pertamanya sejak 1958, timnas Italia tidak lolos ke Piala Dunia. Gli Azzurri kalah agregat gol 1-0 dari Swedia, yang menang tipis di leg pertama melalui gol Jakob Johansson, lalu menahan imbang Italia tanpa gol di leg kedua yang berlangsung di San Siro.

Kekalahan ini bak menjadi hari duka nasional bagi Italia yang melampiaskan amarah mereka kepada
Gian Piero Ventura. Pelatih berusia 69 tahun itu dianggap sebagai biang keladi keterpurukan Italia yang bermain monoton saat melawan Swedia. Ventura juga dianggap sebagai pelatih terburuk Italia, jika melihat pilihan taktik dan pemain yang diturunkannya saat melawan Swedia. Contoh paling jelas dari blunder Ventura adalah saat ia memainkan Manolo Gabbiadini, sementara Lorenzo Insigne
ditempatkannya di bangku cadangan. Pilihan yang aneh, sebab, statistik menunjukkan bahwa Gabbiadini tengah puasa gol dengan klubnya, Southampton. Sebaliknya, Insigne justru tengah on fire membawa Napoli duduk di puncak klasemen Serie A.

Kritikan kepada taktik & Ventura tidak hanya lahir dari subyektivitas atau opini semata. Pasalnya
gelandang Italia, Daniele De Rossi, sampai marah kepada asisten pelatih yang menyuruhnya untuk
melakukan pemanasan padahal kala itu kalau timnya butuh seorang penyerang tambahan, bukan
gelandang, untuk mencetak gol ke gawang Swedia.

Pada akhirnya, kemenangan bersejarah Swedia mengakhiri mimpi Italia untuk berlaga di Piala Dunia 2018. Ventura pun dipecat FIGC (federasi sepakbola Italia) dan kemarahan publik semakin bertambah kepadanya, karena secara tidak langsung, Ventura mengakhiri karir Gianluigi Buffon, De Rossi, Giorgio Chiellini, dan Andrea Barzagli di timnas Italia dengan prematur serta kenangan buruk tanpa keikutsertaan Italia di Piala Dunia 2018. Keempatnya memutuskan pensiun selepas laga melawan Swedia.

Postingan terkait: