Ultras Rusia dan Argentina Bergabung Hadapi Hooligan Inggris

Pialaduniarusia.net - Suporter Timnas Inggris jadi musuh bersama di Piala Dunia yang akan berlangsung di Rusia, tahun ini. Suporter tuan rumah bahkan meminta bantuan dari suporter lain untuk menghadapi hooligan Inggris saat pesta akbar sepak bola empat tahunan itu berlangsung.
Sejak Piala Eropa 2016 lalu, hubungan suporter Rusia dan Inggris menjadi memburuk.

Para pendukung tim Beruang Merah beberapa kali diinisialir menyerang holigan Inggris. Tidak hanya
saat kedua tim bertemu di lapangan, pertikaian tersebut juga sempat menjalar hingga ke jalanan di
Prancis. Akibat dengan peristiwa tersebut, puluhan suporter timnas Inggris terluka. Sebagian bahkan
memutuskan pulang sebelum turnamen tersebut berakhir. Saat itu mereka terpaksa karena khawatir
menjadi sasaran kebrutalan suporter Rusia yang kabarnya telah terlatih dalam berkelahi. Jelang Piala Dunia 2018, kebencian suporter Rusia terhadap holigan Inggris tentu tidak berubah. Bahkan seperti dilansir AS, kelompok garis keras Rusia, telah mengutus 10 wakilnya ke Argentina-- tujuh berasal
dari Zenit St. Petersburg dan tiga lainnya merupakan suporter Dinamo Moscow.

Mereka dikabarkan menuju ke Argentina, 31 Januari lalu, untuk menemui Rafael Di Zeo, pentolan LA12, suporter garis keras Boca Juniors dan meminta dukungan menghadapi hooligan Inggris. Belakangan pertemuan tersebut juga diikuti ultras San Lorenzo, VĂ©lez Sarsfield, dan Nueva Chicago.
AS melaporkan bahwa, pertemuan itu telah menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satunya,
kesediaan suporter garis keras Rusia menyediakan akomodasi dan penginapan bagi ultras Argentina.
Mereka sendiri juga menyiapkan transportasi dan pengacara pembela.  Dalam pertemuan tersebut,
turut juga dibahas strategi yang memang dibutuhkan menghadapi holigan Inggris.

Keberadaan suporter Rusia di Argentina terendus oleh Tribuna Segura, unit khusus yang dibentuk
pemerintah Argentina untuk mengurusi keamanan sepak bola di Negeri Tango itu. Mereka mengungkap keberadaan suporter Rusia saat berusaha memasuki markas Boca Juniors yang juga dikenal dengan sebutan Bombonera menggunakan kartu pengenal palsu. Tribuna Segura kemudian mengumumkan hal itu kepada publik. Media- media di Argentina heboh dan kemudian menyebut bahwa setidaknya 280 suporter garis keras dari Argentina bakal bertolak ke Rusia.

Sebanyak 90 di antaranya berasal dari kelompok brutal, dari club sepak bola La 12.  Disamping itu, pada Piala Dunia 2018 nanti, sebenarnya Inggris, Argentina, dan Rusia, tidak berada dalam satu grup. Inggris sendiri berada di grup G, Argentina grup D, dan Rusia grup A. Inggris bakal bermarkas di St Petersburg. Sementara Argentina bakal berada di Moscow. Rencananya, suporter Argentina bakal mendapat dukungan dari suporter Dynamo Moscow.

Perang melawan holiganisme terus diungkapkan di media. Upaya dalam menekan angka kerusuhan di
Piala Dunia tahun ini, pihak FIFA sendiri memang menerapkan aturan yang mewajibkan suporter untuk memiliki kartu identitas khusus. Sebagaimana yang telah dilansir BBC, kericuhan mewarnai perhelatan Piala Eropa yang berlangsung di Prancis tahun lalu. Sejumlah penonton terluka setelah suporter Rusia terlibat bentrok dengan holigan Inggris. Menurut laporan BBC lewat video dokumenter menjelaskan bahwa aksi balas dendam sudah dirancang dalam persiapan Piala Dunia 2018.

Masalah ini yang kemudian menjadi perhatian FIFA. Upaya dalam meredam aksi holiganisme, untuk
urusan formal rencana, Rusia rusia adalah mengeluarkan kartu identitas khusus yang dibutuhkan untuk masuk stadion dan bisa digunakan sebagai visa.  Yang tentunya dapat kami pastikan sekaran adalah bahwa Piala Dunia 2018 adalah ajang festival sepak bola dan tidak ada tempat pada festival keolahragaan dimana mereka bisa maksimal mendukung olahraga atau pertandingan favoritnya, ungkap Colin Smith, direktur kompetisi FIFA saat berkunjung ke Rusia, Kamis (2/3/2017).

Piala Dunia 2018 sendiri memang sudah dijadwalkan, Juni mendatang. Sebelumnya Rusia sendiri telah didenda dan nyaris didiskualifikasi saat Piala Eropa di Prancis 2016 lalu, karena aksi keributan para suporternya.

Postingan terkait: