Sponsor Mundur Akibat Terorisme Piala Dunia 2018


Pialaduniarusia.net - Sayangnya di tengah kegembiraan akbar pada dunia persepakboalaan di dunia, terdapat kabar yang kurang mengenakan. Beredar kabar buruk berdatangan menjelang pagelaran Piala Dunia 2018 di Rusia tahun ini. Dikatakan bahwa sejumlah sponsor telah menarik diri dengan beberapa sejumlah alasan yang cukup membuat miris.

Salah satu di antara alasan para sponsor menarik diri tentu saja terkait ancaman teroris yang memang tercium isu- isu kampanyeu mereka dan menerpa belum lama ini. Beberapa waktu yang lalu, dikabarkan mantan agen rahasia ditemukan meninggal karena racun. Disamping itu, grup teroris ISIS dikabarkan memang sempat mengancam dan akan melancarkan sejumlah aksi ketika Piala Dunia 2018 berlangsung. Mereka sendiri dengan gamblang berencana melakukan pengeboman di Volgograd Arena, dan hal tersebut merupakan satu di antara beberapa venue yang bakal dipakai.

Baca Juga prediksi Piala Dunia 2018

Dan tentu saja, hampir sebagian sponsor merasa tidak tertarik terlibat pada Piala Dunia 2018. Mereka menganggap ajang tersebut berbahaya dan bisa menjadi kampanye anti barat dari diktator (ISIS).

Terlebih, FIFA memiliki reputasi buruk sebagai sebuah organisasi. Berbagai alasan membuat
kepercayaan sponsor kepada induk sepak bola dunia tersebut semakin berkurang.

Berita tersebut merupakan pukulan telak untuk FIFA. Hal itu karena mereka telah kehilangan 136 juta pounds (Rp 2,62 triliun) pada 2017.

Belum lagi kerugian yang telah mereka derita pada 2016 yang mencapai 300 juta pounds (Rp 5,78 triliun). Padahal, FIFA butuh 1,5 miliar pounds (Rp 28,91 triliun) untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2018.

Setelah sebelumnya pernah merilis foto ancaman kepada beberapa pemain sepak bola yang berpartisipasi di Piala Dunia 2018 seperti Messi dan Neymar, kini gambaran teror yang akan dilaksanakan oleh ISIS semakin nyata. Dilansir dari Mirror UK, sebuah laporan menyebutkan bahwa ISIS bersiap melakukan serangan dalam penyelenggaraan turnamen terakbar sepak bola dunia ini menggunakan drone. Melalui aplikasi pesan langsung Telegram, sudah bermunculan gambar-gambar persiapan aksi penyerangan yang akan dilaksanakan.

1. ISIS sudah menggunakan drone yang dipersenjatai di Irak dan Syria
Antara lain gambar drone yang dipersenjatai dengan granat, misil dan mortar yang dapat dipergunakan menyerang target-target mereka. Menurut laporan, drone yang dipersenjatai telah dipergunakan oleh tentara ISIS di Syria dan Irak. Sementara itu ISIS dilaporkan juga mempertimbangkan melengkapi para bomber bunuh diri dengan turbo-jet pack, yang memungkinkan mereka menghindari pemeriksaan keamanan.

2. Selain drone juga ada laporan beberapa metode lainnya
Selain itu metode lainnya yang mungkin digunakan adalah mempersenjatai pesawat nirawak, dipersenjatai dengan bahan kimia atau senjata biologis guna menghasilkan efek mematikan. Pakar cyber-security menyatakan bahwa aplikasi Telegram telah menjadi ladang subur para teroris untuk menyiapkan serangan teror mereka. Sejauh ini pemerintah Rusia sudah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap rencana serangan teroris yang diperkirakan akan dilakukan oleh ISIS maupun Al Qaeda.

3. Pemerintah Presiden Vladimir Putin sudah lakukan berbagai langkah pencegahan
Dinas Rahasia Rusia dikabarkan sudah berhasil menggagalkan rencana aksi teror selams penyelenggaraan Piala Konfederasi 2016 lalu, demikian dilansir dari Daily Star. Langkah pencegahan juga sudah dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin yang membatasi penjualan senjata, peledak dan racun di dekat wilayah tempat Piala Dunia Rusia 2018 diselenggarakan, selain pelarangan drone di dekat stadion. Langkah lainnya adalah pencatatan identitas bagi semua pemegang tiket melalui FAN ID bagi mereka yang akan menyaksikan turnamen dari 14 Juni sampai 15 Juli 2018.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sponsor Mundur Akibat Terorisme Piala Dunia 2018"

Posting Komentar